BacaJuga : alkisah ini hikayat orang dahulu kala. Related Articles. tempurung kelapa dan kulit kenari. 3 menit ago. pinus merupakan anggota gymnospermae dari divisi. 4 menit ago. jenis ikatan dalam senyawa m tersebut adalah. 5 menit ago. ilmu ekonomi makro mempelajari variabel variabel secara.
Latar tempat pada hikayat tersebut yaitu latar tempat di dalam hutan rimba. Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut. Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun. luasnya. Latar tempat adalah tempat berlakunya peristiwa dalam sebuah karya. Berdasarkan kutipan Setelah beberapa lamanya raja gajah berkata-kata itu, maka kedengaranlah bunyi-bunyian dan tempik sorak segala rakyat balatentara Tuan Syekh Alim di rimba, gegap gempita bunyinya, disangkanya tagar di langit; bunyinya sorak itu tiadalah berketahuan lagi. Latar Tempat Dari Kutipan Teks Hikayat Tersebut Adalah27. Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah. A. Gunung Indrakila D. Hutan Rimba B. Padang Rumput C. Marga Satwa E. Kebun Binatang 28. Bahasa yang digunakan hikayat adalah. A. Bahasa Melayu B. Bahasa Jawa C. Bahasa Sulawesi D. Bahasa Banjarmasin E. Bahasa Inggris 1 bersifat imajinasi 29. Pengertian Hikayat. Hikayat berguna sebagai pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta. Contoh hikayat antara lain yaitu "Hang Tuah", "Perang Palembang", dan "Seribu Satu Malam". Karena hikayat berasal dari Melayu, maka hikayat banyak ditulis dalam Bahasa Melayu. Pada hikayat penggunaan latar tempat sangat menonjol yaitu 3. dimanakah latar tempat terjadinya hikayat si miskin. 4. latar tempat dari penggalan cerita itu di atas adalah 5. latar tempat dari penggalan penggalan cerita tersebut yaitu 6. bahasa penggalan hikayat adalah 7. Latar tempat penggalan cerita tersebut adalah 8. Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah…. Gunung Indrakila Padang rumput Marga Satwa Hutan rimba Kebun Binatang EI E. Iga Master Teacher Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma Jawaban terverifikasi Jawaban jawaban yang tepat adalah D. jawaban yang tepat adalah D. Pembahasan Pada rata-rata, hikayat berajar Jawi karena berpangkal pecah nasion Melayu. Hikayat mengobrolkan kehidupan privat kerajaan sreg zaman lalu, tetapi bersifat pralogis. Bidang tempat lega hikayat tersebut yaitu latar tempat di n domestik alas rimba. Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut. Alkisah, ini hikayat orang purbakala. 10. Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah. A. Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan. B. Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus. C. Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus. D. Di pulau Singapura terdapat banyak tikus. Kunci Jawaban Soal Hikayat 1. 1. A. eksposisi pengenalan 2. D. Bacalah penggalan hikayat berikut ini ! - 13581685. faiz489 faiz489 B. Indonesia Latar tempat dari penggunaan hikayat diatas adalah. a. Gunung c. Bukit e. Kebun binatang b. Padang rumput d. Hutan Alur yang digunakan dalam penggalan hikayat tersebut adalah a. Maju c. Campur e. Mundur - Maju b. Mundur d. Maju - Mundur Orientasi merupakan bagian dari hikayat yang menjelaskan latar dalam cerita. Latar yang dimaksud mencakup latar tempat, waktu, dan suasana. 3. Komplikasi Komplikasi adalah bagian hikayat yang menceritakan kronologis cerita melalui hubungan sebab akibat. Dalam bagian ini, pembaca juga bisa memahami watak tokoh dalam cerita. 4. Evaluasi Latar adalah tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Latar dalam cerita dapat diklasifikasikan menjadi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. KBBI Latar adalah keterangan tentang waktu, ruang dan suasana terjadinya lakuan dalam sebuah karya sastra. Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah…. a. Gunung Indrakila d. Hutan rimba b. Padang rumput e. Kebun Binatang c. Marga Satwa 10. Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut A. Dongeng B. Hikayat C. Fabel D. Fiksi 11. Unsur instristik dalam hikayat antara lain adalah.. Hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan. Selain itu, latar tempat dalam cerita tersebut adalah negeri yang dipimpin oleh raja dalam suatu kerajaan. 5. Penyebarannya secara Lisan. Penyebaran hikayat dilakukan secara lisan yang membuatnya dapat tersampaikan dengan cepat dibandingkan dengan menggunakan media tulisan. Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah…. a. Gunung Indrakila d. Hutan rimba b. Padang rumput e. Kebun Binatang c. Marga Satwa 6. Dalam novelnya ini Agnes Davonar menekankan makna sebuah waktu dalam kehidupan kehidupan di dunia ini. Kisah nyata gadis berusia 13 tahun bertahan hidup dari kanker ganas paling mematikan di dunia. Latar Tempat Cerita Tersebut AdalahLatar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah…. answer choices Gunung Indrakila Padang rumput Marga Satwa Hutan rimba Kebun Binatang 4. Multiple-choice 3 minutes 5 pts Q. Perhatikan pernyataan berikut; 1 bersifat imajinasi 2 mengisahkan tentang kerajaan 3 nama penciptanya tidak diketahui 4 bersifat menyindir 5 bersifat menghibur Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah… answer choices Gunung Indrakila Padang rumput Marga satwa Hutan rimba Kebun binatang Question 5 45 seconds Q. Bacalah hikayat berikut! Maka hamba raja itu pun menjunjungkan titah baginda kepada orang tua itu.
TradisiSujud Syukur Awal Tahun Pelajaran 2022-2023 di MTs., MA dan Ponpes Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun …luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana. Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….
Padakategori ini kami mengumpulkan cerita anak yang di ceritakan secara turun temurun di seluruh daerah Alkisah pada jaman dahulu kala hiduplan seorang pemuda bernama Toba. Ia adalah seorang yatim piatu. Syahdan pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri yang mempunyai dua orang anak. Ahmad dan Ali nama kedua anak itu.
Daftar Isi1 Sejarah Putri Kemarau2 Legenda Putri Kemarau3 Naskah Drama Putri Kemarau4 Hikayat Putri Kemarau Alkisah Zaman dahulu kala, di Sumatra Selatan ada seorang putri raja bernama Putri Jelitani. Tapi, Dia akrab dipanggil Putri Kemarau sebab dilahirkan pada musim kemarau. Dia adalah putri semata wayang sang Raja. Ibunda sang Putri baru saja wafat sebagai putri tunggal dia juga samat disayangi oleh ayahnya. Sedangkan ayahnya adalah seorang pemimpin yang arif dan juga bijaksana. Negeri dan rakyatnya juga hidup makmur dan tenteram. Suatu ketika, negeri itu sedang dilanda kemarau yang sangat panjang. Sungai-sungai kekeringan dan air danau juga menjadi surut. Padang rumput telah hangus terbakar terik matahari. Ternak-ternak warga juga banyak yang mati. Tanah menjadi kering dan pecah-pecah sampai hasil panen juga gagal. Warga banyak yang terserang penyakit serta dilanda kelaparan. Melihat keadaan itu, sang Raja yang arif dan bijaksana itu pun langsung bertindak. Dia segera mencari peramal untuk mencari jalan keluar dari kesulitan itu. Telah banyak peramal yang ditemui, Tapi belum seorang pun yang bisa memberinya jalan keluar. Legenda Putri Kemarau Suatu ketika, sang Raja mendengar kabar bahwa di sebuah desa yang terpencil ada seorang peramal yang terkenal sakti Dia pun mendatangi peramal tersebut. Wahai, tukang ramal Negeriku sedang dalam kesulitan Tolong katakan bagaimana caranya mengatasi masalah ini, kata sang Raja. Baginda, petunjuk tentang jalan keluar dari kesulitan akan lewat mimpi putri Baginda, kata peramal itu. Baiklah, kalau begitu Hal ini akan kutanyakan langsung pada putriku, ucap sang Raja. Sesampainya di istana, sang Raja melihat putrinya sedang duduk termenung seorang diri di taman. Ayahanda baru saja menemui seorang juru ramal yang sakti, ucap sang Raja pada putrinya. Mendengar itu, Putri Kemarau langsung menatap wajah ayahandanya. Apa kata peramal itu Ayahanda? kata Putri Kemarau. Menurut juru ramal itu bahwa petunjuk tentang jalan keluar dari kesulitan ini akan datang lewat mimpi Andanda. Apakah Ananda sudah bermimpi tentang hal tersebut? kata Raja. Belum, Ayahanda kata Putri Kemarau ,Tapi alangkah baiknya kalau semua masalah ini kita serahkan pada Tuhan Yang Mahakuasa, kata sang Putri. Sang terkejut saat sang Raja mendengar perkataan putrinya. Dia tidak pernah mengira sebelumnya kalau putri kesayangannya itu mempunyai pemikiran yang cerdas. Dia juga menyadari kekeliruannya selama ini. Benar juga katamu Putriku Perkataanmu itu membuat aku sadar. Maafkan Ayah, Putriku! ujar raja. Putri Kemarau lalau menyarankan kepada Ayandanya supaya seluruh rakyat negeri itu melakukan upacara berdoa bersama kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Maka, dari doa bersama itu, Putri Kemarau pun mendapat petunjuk lewat mimpinya. Dalam mimpi tersebut, sang Putri didatangi oleh ibundanya. Wahai, Putriku. Kesulitan yang dialami negeri akan berubah kalau ada seorang gadis yang mau berkorban dengan menceburkan diri ke laut, kata ibu Putri Kemarau. Begitu terjaga, sang Putri langsung menceritakan tentang mimpi itu kepada ayahandanya. Ternyata, sang Raja pun sudah bermimpi mendapat bisikan gaib yang menyampaikan pesan yang sama. Maka, pada esok harinya, sang Raja segera mengumpulkan semua rakyatnya untuk menyampaikan pesan tersebut. Wahai, semua rakyatku. Ketahuilah bahwa negeri ini akan kembali makmur kalau ada seorang gadis yang dengan ikhlas mengorbankan dirinya mencebur ke dalam laut. Siapakah di antara kalian yang mau melakukannya demi kebaikan kita semua? kata sang Raja di depan rakyatnya. Tapi, tidak seorang pun gadis yang berani mengajukan diri. Di tengah keheningan, tiba-tiba Putri Kemarau yang duduk di samping ayahandanya bangkit dari tempat duduknya kemudian berkata. Ananda rela mengorbankan jiwa hamba dengan ikhlas demi kemakmuran rakyat negeri ini ucap Putri Kemarau. Seketika semua yang hadir tersentak kaget, terutama sang Raja. Dia tidak mau anak semata wayangnya itu yang menjadi korbannya. Jangan, Putriku Kamu adalah satu-satunya milik Ayahanda. Kamulah yang akan meneruskan tahta kerajaan ini. Jangan lakukan itu, Putriku! ujar sang Raja. Tapi, Putri Kemarau tetap pada pendiriannya. Keinginan sang Putri sudah tidak bisa dibendung lagi. Lebih baik Ananda saja yang menjadi korban daripada semua rakyat negeri ini, kata sang Putri, Mungkin ini sudah menjadi takdir Ananda. Sang Raja juga tak kuasa menahan keinginan putrinya. Maka, pada malam harinya sang Putri dengan diantar oleh ayahanda dan semua rakyat pergi ke ujung tebing laut. Sebelum terjun ke laut, Dia berpesan pada ayahanda dan rakyatnya. Ikhlaskan kepergian Ananda, maafkan semua kesalahan Ananda, kata sang Putri. Sang Raja tidak kuasa menahan rasa haru Air matanya pun menetes membasahi kedua pipinya. Tapi, apa boleh dibuat, tak seorang juga yang sanggup menahan keinginan putrinya. Putri Kemarau langsung terjun ke laut. Disertai dengan terceburnya tubuh sang Putri ke dalam air laut, langit menjadi mendung. Petir menyambar-nyambar serta hujan pun turun dengan lebatnya. Dalam waktu singkat, selursemuauh wilayah negeri itu pun digenangi air. Tentu saja hal tersebut menjadi pertanda bahwa tumbuh-tumbuhan akan kembali menghijau dan tanah menjadi subur. Semua rakyat negeri itu dirundung rasa suka cita, terutama sang Raja. Di satu sisi, negerinya akan kembali makmur, tapi di sisi lain dia sudah kehilangan putri yang amat disayanginya. Demikian juga yang dirasakan oleh semua rakyatnya. Hujan semakin deras Sang Raja dan rakyatnya pun langsung meninggalkan tebing laut itu. Sesampainya di istana, raja itu langsung tertidur karena kelelahan. Betapa terkejutnya dia karena tiba-tiba mendengar suara bisikan yang menyuruhnya kembali ke tebing laut. Segeralah kembali ke tebing laut Temuilah putrimu di sana! suara bisikan tersebut. Ketika terbangun, sang Raja bersama rakyatnya pun langsng kembali ke tebing itu. Sesampainya di sana, mereka melihat Putri Kemarau berdiri di atas sebuah karang di tengah laut dengan membawa penerangan serta harapan baru. Ternyata, sang Putri diselamatkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa karena keikhlasannya berkorban demi kepentingan orang banyak. Tapi ajaibnya, semula tidak ada batu karang di tengah laut itu. Terima kasih, Tuhan! Sudah menyelamatkan putriku, kata sang Raja. Setelah berucap syukur, raja itu langsung memerintahkanpengawalnya untuk menjemput sang Putri dan membawanya kembali ke tahun kemudian, sang Raja akhirnya menyerahkan kekuasaannya padaputrinya. Sejak itulah, Putri Kemarau menjadi ratu di negeri itu. Diamemerintah dengan arif dan bijaksana. Rakyatnya juga hidup makmur dansejahtera. Naskah Drama Putri Kemarau Narator Dahulu di Sumatera Selatan, ada seorang putri raja bernama Putri Jelitani. Namun, ia akrab dipanggil Putri Kemarau karena dilahirkan pada musim kemarau. Ia merupakan putri sematawayang sang Raja. Ibunda sang putri baru saja wafat. Sebagai putri tunggal,ia sangat disayangi oleh ayahnya. Negeri yang dipimpin ayahnya makmur dan tentram. Suatu ketika, negeri itu dilanda kemarau yang sangat panjang. Rakyat 1 “Apakah kau melihat keadaan kerajaan beberapa bulan terakhir ini?” Rakyat 2 “Ya, negeri kita saat ini sangat menyedihkan. Banyak rakyat yang mengeluh karena kekurangan air.” Rakyat 1 “Apa sebaiknya kita menghadap raja saja untuk menangani hal ini?” Rakyat 2 “Baiklah, ayo kita menghadap raja!” Di perjalanan, mereka bertemu rakyat lainnya Rakyat 3 “Hei, kalian mau ke mana?” Rakyat 1 “Kami mau menghadap raja.” Rakyat 3 “Ada masalah apa?” Rakyat 2 “Kami ingin meminta raja untuk menindaklanjuti kekeringan ini. Apa kau mau ikut?” Rakyat 3 “Ya, sawahku sudah sangat kering akibat kemarau berkepanjangan ini.” Mereka berjalan menuju kerajaan Pengawal Membawa rakyat menemui raja Raja “Wahai rakyatku, apa yang membawamu kemari?” Rakyat 1 “Baginda, maafkan kedatangan kami yang tiba-tiba. Maksud kedatangan kami ke sini ingin meminta baginda untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada di negeri kita tercinta ini.” Raja “Ya, saya telah memikirkan hal tersebut. Siang ini para peramal akan berkumpul di kerajaan ini untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini.” Rakyat 2 “Baiklah, kami akan menunggu kabar baik dari raja.” Berjalan keluar dari singgasana Para peramal datang ke kerajaan Peramal 1 “Ada apakah Baginda mengundang kami kemari?” Raja “Saya mengundang kalian ke sini untuk menyelesaikan kekeringan yang terjadi di negeri ini.” Peramal 2 “Maaf Baginda, saya tidak bisa menemukan solusi dari masalah ini.” Peramal 3 “Begitu juga dengan kami.” Raja “Lantas siapa yang dapat menyelesaikan permasalahan di negeri ini Menghentakkan tongkat ke lantai . Kasihan semua rakyatku menderita akibat kemarau ini.” Peramal 2 “Maafkan kami Baginda, kami telah berusaha semaksimal mungkin.” Raja “Baiklah, kalian boleh kembali ke rumah kalian.” Peramal 1 “Baiklah, kami undur diri.” Peramal pergi dari kerajaan Raja dan pengawal berkumpul di ruang pertemuan Raja “Bagaimana ini, tidak ada yang bisa mengatasi masalah ini! Aku merasa sangat bersalah kepada rakyatku.” Pengawal “Mohon maaf Baginda, namun saya mendengar kabar bahwa ada seorang peramal yang sangat sakti. Ia tinggal di sebuah desa yang sangat terpencil dan jauh dari kerajaan ini.” Raja “Benarkah? Cepat siapkan kereta! Aku akan berangkat ke desa itu.” Pengawal “Siap Baginda!” Pergi dari hadapan raja Raja bersiap-siap untuk pergi menemui peramal tersebut Seluruh keluarga kerajaan berkumpul Raja “Anakku, ayah akan pergi untuk menemui peramal di desa terpencil. Untuk sementara, ayah percayakan kerajaan ini padamu.” Putri “Baiklah, ayah. Kau bisa mempercayakan kerajaan ini padaku.” Raja Pergi meninggalkan kerajaan Raja sampai ke kediaman peramal dan mengetuk pintu Peramal Membuka pintu “Suatu kehormatan Baginda jauh-jauh datang ke rumah saya. Silahkan masuk ke rumah saya yang sederhana ini.” Raja pun masuk ke dalam rumah Peramal “Apa yang membuat Baginda datang kemari?” Raja “Wahai peramal, negeriku sedang dalam kesulitan. Tolong katakan cara untuk mengatasinya.” Peramal Meramal “Baginda, petunjuk mengenai jalan keluar dari kesulitan negeri baginda akan muncul melalui mimpi putri baginda.” Raja “Baiklah. Hal ini akan kutanyakan kepada putriku. Terimakasih, wahai peramal.” Peramal “Baiklah, Baginda.” Raja meninggalkan kediaman peramal Raja sampai di kerajaan dan menemui putrinya Raja “Putriku, ayah telah bertemu dengan peramal tersebut. Katanya, petunjuk mengenai jalan keluar dari kesulitan ini akan datang melalui mimpimu. Apakah dirimu sudah bermimpi tentang hal itu?” Putri “Belum, ayah. Tapi, alangkah baiknya jika kita menyerahkan masalah kekeringan ini kepada Tuhan.” Raja “Benar juga apa yang kau katakan, putriku. Perkataanmu itu membuat ayah sadar. Maafkan ayah, putriku.” Putri Kemarau sedang tidur Ibu “Wahai putriku, kesulitan yang dialami negeri ini akan berakhir jika ada seorang gadis yang mau berkorban dengan menceburkan diri ke laut.” Putri Kemarau terbangun dari tidurnya Raja masuk ke dalam kamar Putri Kemarau Raja Menenangkan Putri Kemarau “Ada apa putriku?” Putri “Ayah, aku sudah mendapatkan mimpi yang ayah katakan. Aku bertemu ibu. Ibu bilang kesulitan negeri kita ini akan berakhir bila ada seorang gadis yang mau berkorban dengan menceburkan dirinya ke laut.’’ Raja ’’Jika begitu, mari kita beritahu rakyat tentang hal ini, putri. Ayah akan mengadakan sayembara untuk mencari orang yang bersedia mengorbankan dirinya untuk kerajaan ini’’ Mereka berjalan keluar Keesokan harinya Raja “Siapakah dari kalian yang mau mengajukan dirinya untuk menjalankan amanah ini?” berbicara pada rakyat Suasana hening Putri “Maaf bila saya lancang, tetapi saya rela mengorbankan jiwa saya dengan ikhlas demi kemakmuran rakyat di negeri ini.” sambil bangkit berdiri Raja “Jangan putriku! Engkaulah satu-satunya yang aku miliki. Engkau yang akan meneruskan tahta kerajaan ini.” Terkejut Putri “Lebih baik saya saja yang menjadi korban daripada seluruh rakyat. Barangkali ini sudah menjadi takdir saya.” Raja “Baiklah putri. Nanti malam kita akan pergi ke tepi laut.” sedih Pada malam hari di tepi jurang Raja “Putriku, apakah kau yakin akan melakukan semua ini?” Putri “Saya sangat yakin ayah. Ikhlaskan kepergianku, maafkan semua kesalahanku.” Mulai berjalan ke tepi tebing Putri terjun ke laut Raja “Baiklah rakyatku, mari kita kembali ke rumah kita masing-masing.” Sedih Rakyat meninggalkan istana Raja tidur dalam kamarnya Suara gaib “Segeralah kembali ke tebing di dekat laut dan temuilah putrimu di sana.” Raja terbangun dan menemui rakyatnya Raja “Rakyatku, mari kita kembali ketebing. Ada suara yang mengatakan aku harus kembali kesana untuk menemui putriku.” berbicara pada rakyat Raja menuju ke tebing dan melihat putrinya Raja “Terimakasih Tuhan, Engkau telah menyelamatkan putriku.” bersyukur kepada Tuhan Raja “Itu putriku. Pengawal bawa putriku kemari.” Memerintah pengawal Narator Raja punmemerintahkan pengawal untuk menjemput putrinya dan membawanya ke istana. Beberapa tahun kemudian, raja menyerahkan kekuasaan pada putrinya. Sejak itu, Putri Kemarau menjadi ratu di negeri tersebut. Ia memerintah dengan arif dan bijaksana sehingga rakyatnya hidup makmur dan tentram. Hikayat Putri Kemarau Opening Cerita dalam adegan ini dimulai dengan sebuah tarian yang menggambarkan malapetaka dari sebuah negeri. Beberapa orang masuk membawa peralatan panen, beberapa lagi diantaranya bergerak tari menyerupai ngengat hewan perusak tanaman. Musik sangat mencekam, para petani ingin memanen padinya kecewa ketika melihat seluruh tanamannya hancur. Beberapa saat kemudian musik berubah menegangkan, tampak seorang perempuan dikejar-kejar beberapa lelaki. Perempuan itu akan di tumbalkan pada dewa, agar malapetaka yang melanda negeri segera berakhir. Perempuan itu sangat ketakutan, ia berlari kesana kemari menghindari para lelaki yang akan menangkapnya, meski pada akhirnya ia tertangkap juga. Bagian PertamaSeorang lelaki berdiri diatas sebuah singgah sana, hatinya meracau, jiwanya keluh. Batinnya berperang dengan sengit. Seorang peramal terus-terusan merapal doa-doa tanpa henti. Asap dupa menyeruak mengisi ruang. Perdana Menteri coba menenangkan MenteriBaginda…saya rasa sebaiknya beristirahat Aku tidak dapat beristirahat dengan tenang perdana menteri. Malapetaka terus bergentayangan menghantui negeri ini. Kepergian permaisuri menghadap dewata, begitu membuatku kalut. Dan sekarang kegagalan panen serta kelaparan akibat kemarau yang berkepanjangan, telah menyayat jantungku. Setengah mati aku memikirkannya. Entah esok malapetaka apa lagi yang akan menghantui negeri ini. Perdana MenteriSemua ini adalah ujian yang diberikan oleh dewata pada baginda, percayalah bahwa disetiap kesulitan yang digariskan alam tentu ada hikmah yang terkandung mengerti itu perdana menteri, tapi harus sampai kapan malapetaka itu menggerogoti hidupku. Aku gemetar membayangkan malapetaka yang jauh lebih menakutkan. Peramal, apa yang kau lihat tentang masa depan negeri ini? PeramalMenurut penglihatan mata batin hamba, malapetaka masih akan menghantui negeri ini. Kita harus segera melaksanakan upacara pemujaan pada dewata kala telah memerintahkan para hulubalang untuk mengumpulkan gadis-gadis yang akan di jadikan syarat upacara itu, kenapa upacaranya belum juga kau lakukan. PeramalBaginda, menurut perbincangan batin saya dengan para dewata kala murka. Syarat utama dalam upacara itu adalah gadis belia yang masih suci dan iklas menjadi tumbal dalam upacara MenteriTapi peramal, sebanyak gadis yang ditangkap oleh para hulubalang, tidak seorang pun yang iklas menjadi tumbal upacara itu. PeramalHarus segera didapatkan, jika malapetaka dinegeri ini mau MenteriTetapi pencarian itu telah menyebabkan kekacauan, para rakyat semakin terdesak dan ini silahkan perdana menteri tanyakan langsung pada baginda raja, karena pada akhirnya upacara ini akan dilakukan atas izin baginda pula. RajaPerdana menteri aku cukup mengerti arah bicaramu, sebagai seorang raja melindungi segenap rakyat adalah tanggung jawabku. Tetapi dalam perkara ini aku di tuntut untuk memutuskan sesuatu yang sangat berat bagiku. Oleh karena itu aku memilih malapetaka ini harus segera berakhir, denegan cara MenteriTermasuk dengan cara menumbalkan gadis suci? RajaMau tidak mau aku harus melakukannya, meski aku tahu itu melanggar tanggung jawabku sebagai MenteriPeramal, coba pandangan batinmu buka sekali lagi. Kau lihat dengan lebih teliti, mungkin saja kau Menteri, hamba tidak akan berani sembarang bicara. Apalagi untuk permasalahan yang menyangkut kebijakan raja. Telah tujuh purnama hamba bertanya pada dewata kala, tetapi jawabannya selalu sama. RajaPerdana Menteri malapetaka di negeri ini harus di akhiri, segala cara akan aku lakukan meski harus menumbalkan seorang dari bagian negeri ini. Peramal, ikut aku keruang tawanan. Aku sendiri yang akan meminta keiklasan dari gadis-gadis yang kita tawan. Bagian KeduaPutri Rindang Kencana sedang membicarakan keadaan yang terjadi dalam negeri pada Dayang Rindang KencanaTelah tiga belas purnama berlalu, tetapi petaka yang membungkus negeri ini enggan minggat. Apakah dosa-dosa pemimpin negeri ini yang begitu hitam hinggah dewata menghukum kita. DayangPutri, sudah hampir Rindang KencanaAku memang menunggu gelap yang sempurna Dayang, karena dalam kegelapanlah kita bisa melihat cahaya. Negeri ini sudah terlampau sesak, semua orang berebut ingin terlihat seperti cahaya. Bahkan ayahanda maharaja telah disilaukan cahaya. DayangKita tidak pernah tahu makna kilatan cahaya. Telah beratus pendekar, pengembara, dan ahli pikir yang mencoba memaknai cahaya, tapi tidak satupun yang mampu memberi Rindang KencanaAku akan menghadapi cahaya dan prajurit bayangan yang meski telah berkali-kali kita tikam dengan pisau yang sangat tajam ia tetap tak rebah. DayangAku tidak paham apa yang bersarang dalam kepala Putri saat ini?Putri Rindang KencanaDayang, keputusan ayahanda Raja untuk melaksanakan upacara pemujaan pada dewata kala murka telah memperparah keadaan negeri ini. Aku akan menghentikannya. DayangMaksud tuanku putri?Putri Rindang KencanaAku telah memikirkan sesuatu, meski sebenarnya aku ragu. Tapi dorongan rasa kemanusiaanku terus bergejolak untuk membebaskan malapetaka yang kian berkecamuk. DayangTuanku Putri akan menentang Baginda Raja?Putri Rindang KencanaBukan menentang, tapi aku hanya ingin meluruskan benang-benang yang tak terpintal Menteri yang sejak tadi mendengar percakapan Putri Rindang Kencana dan Dayang tiba-tiba muncul, kehadiran Perdana Menteri membuat keduanya terperanjat kaget. Perdana MenteriMalapetaka itu sepertinya telah merampas segalanya dari kita. Semua orang mencari-cari, mengembara, menembus lembah-lembah berhantu. Tanpa kita sadari lama-lama kita akan menjelma seperti para Rindang KencanaPerdana Menteri, kau mendengar semuanya? Perdana MenteriMaafkan aku Putri, sama seperti malapetaka yang tiba-tiba memberangus negeri ini, aku pun hadir disini tiba-tiba saja ketika melintas dan mendengar percakapan keras Rindang KencanaApa kau akan membantu? Atau justru akan memecah semuanya menjadi kepingan MenteriMengapa kau seperti meragukan keehadiranku? Putri Rindang KencanaKarena aku ingin mengakhiri semburat jingga yang sedang membungkus ayahanda MenteriDayang, bisakah kau membiarkan kami bicara empat mata? DayangBaiklah tuanku, hamba mohon undur diri. out Perdana MenteriAku tak berharap kau melakukan semua yang bersarang dikepalamu saat ini. Putri Rindang KencanaAku tidak tahu kenapa kau datang, dan untuk siapa kau datang?. Biarkanlah semua mesiu yang aku siapkan di kepala ini meledak seperti yang aku harapkan. Perdana MenteriBoleh aku tahu seperti apa rentetan mesiu yang tampak sempurna itu? Putri Rindang KencanaKau tentu tahu tentang kepanikan rakyat atas kebijakan ayahanda raja mengumpulkan gadis-gadis untuk tumbal upacara pemujaan dewata kala. Bagiku itu bukan langkah tepat yang diputuskan ayahanda raja. Aku akan mengakhiri ketakutan itu. Perdana MenteriKau akan mengakhiri semuanya? Putri Rindang KencanaHarus. Bukankah menurut peramal istana, malapetaka di negeri ini akan berakhir bila ada tumbal gadis suci yang iklas menjalani upacara. Aku akan mengantikan para gadis itu. Perdana Menterimarah Rindang Kencana, jangan main-main dengan ucapanmu. Ini menyangkut kehidupan negeri ini. Putri Rindang KencanaKau ini kenapa Perdana Menteri? Apa kau ingin membiarkan malapetaka ini terus berlalu hingga menghapuskan segalanya. Perdana MenteriTentu saja tidak Putri Rindang KencanaApa kau ingin membiarkan rakyat semakin sengsara dengan malapetaka ini? Perdana MenteriTidak Putri Rindang KencanaLantas kenapa kau ingin menutup jalan yang aku lintasi? Perdana MenteriKarena aku mencintaimu! Putri Rindang KencanaCelaka ! dalam situasi musim yang menakutkan seperti ini kau masih juga memikirkan pribadimu. Bagiku cinta padamu urusan nomor dua, nomor satu adalah cinta pada negeri ini. Perdana MenteriApa kau tidak pedulikan itu? Putri Rindang KencanaSemua akan melintasi waktunya. Untuk kepentingan negeri ini, aku titipkan cintaku padamu sementara pada cakrawala, biarkan ia kelak akan dilukis pelangi bersama hujan yang mucrat dari celah-celah langit bersamaan dengan berakhirnya malapetaka negeri ini.meninggalkan perdana menteri Perdana MenteriRindang kencana tunggu, aku belum selesai bicara Putri Rindang KencanaMasih ada waktu lain untuk membicarakan tentang kita Perdana Menterimengejar Rindang Kencana..Tungguuuuuuu… Bagian TigaRaja dan Peramal mendatangi tempat tawanan para gadis-gadis yang akan di jadikan tumbal upacara. Tidak seorangpun bersedia menjadi tumbal. Maka Raja menjadi murka. RajaNegeri ini sedang sakit. Tanah air ini sedang menderita, malapetaka begitu mencintainya. Negeri ini butuh pahlawan. Maafkan aku rakyatku, semua ini harus aku lakukan. Peramal, apa waktu pelaksaan upacara itu telah datang. PeramalBaginda, musim barat telah berlalu. Sekarang sudah masuk dalam hitungan bulan kala. Upacara tolak balak sudah bisa kita laksanakan, semakin cepat kita lakukan maka semakin cepat malapetaka akan menjauh dari negeri ini. RajaBaiklah, silahkan kau siapkan terdengar suara teriakan Perdana Menteri Perdana Menteri Baginda….bagindaaaaaaaa…gawattt RajaKau ini kenapa perdana menteri? Perdana MenteriPara gadis-gadis yang ditawan tidak ada ditempatnya, mereka hilang ditelan Apa? Kau jangan bercanda perdana menteri, aku tidak akan segan-segan memotong MenteriAku sungguh-sungguh baginda. Sepertinya ada orang yang sengaja membebaskan para gadis yang kita tawan. RajaPeramal, apa yang sebenarnya terjadi. Malapetaka apa lagi ini? PeramalBaginda, dari pandangan mata batin saya, memang betul ada orang yang dengan sengaja membebaskan para gadis itu. RajaKurang ajar, siapa yang berani mengacaukan segala rencanaku. Perdana menteri, kau siapkan seratus hulubalang, tangkap siapapun orang yang berani Putri Rindang Kencana muncul dengan sangat bijaksana Putri Rindang KencanaTidak perlu mengelurkan ratusan hulubalang untuk menangkap orang itu, ayahanda. move berbicara dengan tenang orang yang kalian cari ada di hadapan kalian. RajaRindang Kencana, apa maksudnmu dengan semua ini? Putri Rindang Kencana Aku hanya tidak ingin ayah menumbalkan rakyat dalam bencana negeri ini. Seorang pemimpin seharusnya melindungi rakyat, bukan menyengsarakan rakyatnya seperti yang dilakukan banyak pemimpin negeri ini. RajaRindang kencana, kau berani menentang ayahmu? Putri Rindang KencanaBukan menentang, aku hanya ingin ayahanda lebih bijak melihat. RajaTapi malapetaka ini harus diakhiri. Aku hanya meminta keiklasan rakyatku untuk tumbal upacara tolak bala. Putri Rindang KencanaTidak seorangpun yang iklas menjadi tumbal, bagaimana mungkin upacara bisa dilaksanakan. PeramalTuan putri, tapi upacara itu harus dilaksanakan. Putri Rindang KencanaUpcara akan tetap dilaksanakan RajaBagaimana mungkin upacara akan dilaksanakan bila semua gadis suci yang di tawan telah kau bebaskan. Putri Rindang KencanaAku yang akan menggantikan mereka Rajaterkejut Rindang Kencana, kau jangan main-main. Ini bukan permasalahan ringan. Putri Rindang KencanaAku tidak sedang bermain-main dengan pilihan. Pertanyaannya adalah, apakah ayahanda iklas menjadikan aku tumbal upcara ini? RajaPutriku, setelah kepergian ibundamu menghadap dewata, kini tinggal kau satu-satunya orang yang ayah cintai, bagaimana aku bisa iklas menumbalkanmu. Putri Rindang KencanaNah..seperti itu juga yang dirasakan oleh para orang tua yang anak gadisnya akan ayah tumbalkan dalam upacara. sebagai seorang raja, seharusnya ayah lebih memikirkan perasaan rakyat, bukan memikirkan perasaan ayah sendiri. Peramal, siapkan upacaranya. out RajaRindang kencana, tunggu Putri Rindang KencanaIni keputusan seorang putri raja, aku ingin ayah mengiklaskannya. Rajameratap Akhhhhhhhhhhhh…dewata agung, cobaan apa lagi yang kau berikan padaku, kenapa kau memilih putriku dalam perkara ini.teriak jika semua ini karena dosaku..biarkan aku yang menjadi tumbalnya.mennagis PeramalBaginda…apa permintaan putri rindang kencana dikabulkan, jika baginda mengizinkan maka upacara akan hamba laksanakan. RajaPeramal, itu sudah menjadi keputusannya. Dan demi kesejahteraan negeri ini aku iklaskan putriku menjadi tumbal upacara pemujaaan dewata kala. Kau siapkan upacaranya. PeramalBaik baginda. Atas izin Raja, upacara tola bala dilakukan. Satu persatu penari muncul dengan gerakan teatrikal, mereka membawa orang-orangan sawah yang dibuat dari ilalang kering. Beberapa penari lainnya membawa lain, Putri Rindang Kencana muncul dengan sikap yang anggun dari kumpulan penonton. Peramal tampak siap dengan mantra-mantranya, berkeliling panggung sambil menaburkan bebungaan. Dengan sangat yakin Putri Rindang Kencana berjalan menuju altar penari membuat komposisi gerak menyerupai orang-orang yang memuja, para penari lelaki berkeliling membawa api obor. Lalu Putri Rindang Kencana masuk kedalam api. demikianlah artikel dari mengenai Cerita Putri Kemarau Sejarah, Legenda, Naskah Drama, Hikayat, Gamabar, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.
CeritaDongeng Indonesia - Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang
Contoh Cerita Hikayat Si Miskin beserta Strukturnya dalam Bahasa Indonesia – Pernahkah kamu mendengar tentang istilah Hikayat Si Miskin? Contoh cerita Hikayat Si Miskin adalah cerita yang sangat populer karena disampaikan secara turun temurun. Selain Hikayat Si Miskin, sebenarnya masih banyak cerita-cerita legendaris yang layak untuk diketahui. Cerita tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia atau bahkan luar negeri. Namun, pada kesempatan kali ini, mari mengenal seluk beluk cerita Hikayat Si Miskin agar semakin paham dengan struktur, unsur intrinsik, serta ekstrinsiknya. Struktur Umum HikayatDaftar IsiStruktur Umum HikayatContoh Cerita Hikayat Si Miskin Beserta StrukturUnsur Intrinsik Hikayat Si MiskinUnsur Ekstrinsik Hikayat Si Miskin Daftar Isi Struktur Umum Hikayat Contoh Cerita Hikayat Si Miskin Beserta Struktur Unsur Intrinsik Hikayat Si Miskin Unsur Ekstrinsik Hikayat Si Miskin Youtube/31_Ni Made Dian Cahyan Cerita hikayat adalah karya sastra klasik yang memuat kisah tentang mukjizat, keajaiban, dan kesaktian. Teks hikayat tersusun dengan berbagai unsur seperti plot, sudut pandang, tema, dan lain-lain. Hikayat juga memiliki sejumlah struktur yang membangun isi cerita. Adapun contoh cerita hikayat Si Miskin beserta strukturnya yaitu sebagai berikut 1. Abstraksi Abstraksi merupakan pokok pikiran dalam cerita yang bisa dikembangkan ke dalam berbagai jenis adegan atau kejadian. Abstraksi ditulis di awal cerita, sehingga penting untuk disajikan dalam kemasan yang menarik agar pembaca tertari untuk membacanya. 2. Orientasi Orientasi merupakan struktur dalam teks hikayat yang menjelaskan tentang keterangan latar, baik itu latar suasana, waktu dan tempat di dalam hikayat tersebut. 3. Komplikasi Komplikasi ialah struktur yang memuat tentang alur dari berbagai jenis peristiwa yang saling terhubung hingga menimbulkan sebab dan akibat. 4. Evaluasi Dalam evaluasi, konflik mulai menemukan titik penyelesaian. Tokoh yang berperan sebagai sentral mampu mengatasi masalah yang ada di dalam hidupnya. Jika sudah mencapai evaluasi, berarti cerita akan segera berakhir dan akan menuju ke struktur resolusi. 5. Resolusi Resolusi ialah bagian dari contoh cerita hikayat Si Miskin anekdot yang menjabarkan tentang macam-macam solusi dari berbagai masalah yang menimpa tokoh cerita. 6. Koda Koda merupakan babak akhir dari cerita hikayat yang memuat kesimpulan dan mengandung pesan moral. Pada struktur ini juga dijabarkan tentang poin-poin utama dari ringkasan cerita. Contoh Cerita Hikayat Si Miskin Beserta Struktur Inilah contoh hikayat Si Miskin singkat yang bisa dijadikan hiburan sekaligus bahan renungan Abstraksi Contoh cerita Hikayat Si Miskin pada dasarnya dideskripsikan dalam berbagai penuturan yang berbeda-beda oleh setiap orang. Alkisah, dahulu kala hiduplah sepasang suami dan istri yang teramat miskin. Mereka mencari nafkah hingga ke negeri Antah Berantah. Orientasi Negeri tersebut dipimpin oleh raja yang sangat tersohor bernama Maharaja Indra Dewa. Setelah tiba di negeri Antah Berantah, suami dan istri itu menahan lapar dengan melilit perut mereka. Mereka mengais sisa-sisa makanan di tempat sampah yang ada di halaman luar kerajaan Maharaja Indra Dewa. Warga yang melihat sepasang suami istri itu tidak merasa iba, namun justru merasa jijik dengan kelakuan mereka. Suami istri itu berpakaian compang-camping sehingga hal ini justru mengundang ejekan dari masyarakat yang menyaksikan kejadian itu. Lebih parahnya lagi, ada yang dengan tega melempari pasangan tua itu dengan ranting kayu dan batu. Komplikasi Di lain sisi, Maharaja Indra Dewa sedang mengadakan rapat di Balai Pertemuan dengan para menteri dan prajurit kerajaan. Saat mendengar suara yang ricuh, raja tersebut keluar menuju halaman istana. Bukannya memberi perlindungan, raja tersebut justru memerintahkan prajuritnya untuk mengusir pengemis itu. Sang Prajurit bergegas untuk mendatangi orang-orang yang sedang berkumpul. Mereka hendak mengusir suami istri yang miskin itu supaya pergi jauh dari negeri mereka. Pasalnya, suami istri itu sangat kotor, bau, dan pakaiannya sudah rusak. Dengan tubuh gemetar dan menahan lapar, mereka berupaya untuk cepat pergi dari tempat itu. Sang suami berupaya untuk melindungi sang istri supaya tidak terkena lemparan batu dari warga. Sayangnya, batu dan ranting yang dilemparkan tersebut mampu melukai tubuh sepasang suami istri itu hingga berlumuran darah. Mereka pun akhirnya pergi menuju ke hutan untuk menyelamatkan diri. Malam harinya, Si Miskin tidur di pinggir hutan dengan diselimuti rasa takut menjadi santapan binatang buas. Keesokan harinya, rasa lapar yang diderita mereka sudah tidak bisa ditahan lagi saat terbangun dari tidurnya. Sang suami pun bergegas untuk pergi mencari rezeki. Begitu sampai di dekat kampung, sayangnya orang-orang mengusirnya dengan cara yang lebih sadis, yakni dengan menyabit dan melempar kayu. Si Miskin itu akhirnya lari menuju ke pasar untuk mencari makanan. Namun, perlakukan yang sama juga didapatkannya di tempat itu. Para penjual dan pembeli tidak memiliki rasa iba, sehingga mereka melempari kakek tua itu dengan batu dan kayu. Kakek itu pun lari terbirit-birit untuk menyelamatkan diri. Hingga pada akhirnya ia sampai di suatu tempat di mana warga sering membuang sampah. Dengan tubuh gemetaran, kakek itu berhenti dan mulai mengais sampah. Ia berharap bisa menemukan sesuatu yang bisa dimakan bersama dengan istrinya. Evaluasi I Dalam tumpukan barang-barang tidak berguna itu, ia mendapati sekerat tebu dan ketupat basi. Cepat-cepatlah ia pergi menuju ke hutan untuk menemui istrinya. Mereka pun akhirnya menyantap ketupat basi itu berdua. Setelah ketupatnya habis, segeralah disantapnya sekerat tebu. Berkat makanan basi itu, tubuh mereka terasa lebih segar kembali karena beberapa hari tidak memakan nasi. Begitulah hidup Si Miskin sehari-hari. Mereka terus merasa kelaparan tanpa tahu apa yang akan di makan. Ingin meminta makanan ke orang lain, namun mereka merasa takut jika mendapat perlakuan yang buruk lagi. Hari mulai gelap, Si Miskin semakin merintih kesakitan sambil menghapus darah yang telah mengering di tubuhnya. Kemudian, suami istri itu tidur terlelap bersama. Saat menjelang pagi, sang suami mengeluh bahwa badannya sangat sakit. Sang istri yang tidak tega menatap suaminya dalam kondisi seperti itu akhirnya beranjak mencari dedaunan untuk dijadikan obat. Dedaunan yang dikunyahnya itu kemudian dibalurkan di sekujur tubuh suaminya. Sambil menangis, ia menguatkan suaminya untuk tetap tegar menghadapi cobaan ini. Evaluasi II Mendengar ucapan dari istrinya, Si Miskin menjadi sadar dengan nasib yang menimpa hidupnya. Bahwa sosok aslinya adalah seorang Raja yang berbuat kesalahan sehingga mendapatkan hukuman dari Batara Indra hingga akhirnya menjadi manusia yang sangat miskin. Si Miskin menarik napas yang sangat panjang. Tubuhnya kemudian terasa sedikit lebih lega. Dengan perlahan, ia mencoba bangkit untuk berdiri. Kemudian, ia bergegas masuk ke hutan untuk mencari umbi-umbian agar bisa makan. Hari terus hari dan waktu terus berjalan. Si Miskin akhirnya memutuskan untuk tinggal di tepian hutan bersama dengan istrinya. Hidup susah dan miskin seperti itu rupanya telah menjadi kehendak dari Yang Maha Kuasa. Namun, rupanya rezeki datang dalam bentuk yang lain yang mana sang istri ternyata hamil sudah 3 bulan. Setiap harinya, ia menangis hendak menyantap buah mangga di taman raja. Ia terus merengek kepada Si Miskin agar ia mau mengambilkan buah mangga tersebut. Resolusi I Si Miskin yang merasa tidak mempunyai kuasa tentu saja bingung menanggapi permintaan istrinya tersebut. Ia pun akhirnya berkata bahwa permintaannya tidak masuk akal dan cenderung menjerumuskannya pada kematian. Jangankan masuk ke istana raja, datang ke rumah warga kampung saja ia tidak berani karena pasti akan diusir dan dilempar batu. Setelah mendengar jawaban dari suaminya, perasaan sang istri menjadi semakin sedih dan gundah gulana. Tangisannya semakin tidak terbendung, sehingga membuat Si Miskin merasa sangat nelangsa. Mendengar tangisan istrinya, hati Si Miskin menjadi sangat pilu seperti tersayat pisau. Dalam hatinya berkata bahwa ia tidak ingin mengecewakan istrinya. Demi buah hati di dalam kandungan istrinya, akhirnya Si Miskin rela untuk mengorbankan apa saja, termasuk nyawanya. Ia sudah bertekad untuk datang kembali ke istana itu dan mencarikan buah mangga untuk istrinya. Bukan ke taman kerajaan, Si Miskin justru pergi menuju ke pasar. Saat berada di depan kedai buah mangga, ia berhenti dengan ragu-ragu. Meskipun sangat ingin meminta mangga tersebut, Si Miskin tetap diselimuti rasa takut jika akan diusir dan dianiaya seperti dulu. Melihat orang yang berpakaian compang-camping di depan kedainya, sang penjual buah merasa iba dan akhirnya memberikan sedikit dagangannya untuk orang tersebut. Tidak hanya penjual mangga, bahkan beberapa pedagang lain juga merasa kasihan melihat Si Miskin yang hanya terdiam karena tidak memiliki uang. Resolusi II Oleh karena itu, para pedagang di pasar itu akhirnya memberikan aneka jenis makanan kepada Si Miskin, baik itu nasih, buah-buahan segar, kue-kue, dan bahkan pakaian. Mendapatkan beragam hadiah tersebut, Si Miskin merasa heran sekaligus bersyukur. Betapa bahagianya lelaki tua itu mendapatkan banyak kejutan dari orang-orang di pasar. Setelah tiba di tepi hutan, Si Miskin langsung memberikan berbagai makanan itu kepada istrinya. Tentu saja, istrinya merasa terkejut dengan aneka makanan yang dibawa oleh suaminya. Kemudian, sang suami menceritakan kejadian yang dialaminya di pasar tadi. Mendengar ucapan Si Miskin yang berkata bahwa ia tidak datang ke taman raja, hal tersebut membuat sang istri merasa kesal hingga menangis. Si Miskin mengira bahwa istrinya akan senang, namun justru tidak sama sekali. Tentu saja, Si Miskin merasa sangat kesal mendapatkan respon tersebut. Lagi-lagi, sang istri masih berharap untuk bisa makan buah mangga yang ada di taman raja. Ia membujuk suaminya dengan berkata bahwa ini bukan keinginannya sendiri, tetapi keinginan dari bayinya. Bahkan, sang istri mengancam lebih baik mati saja daripada tidak bisa makan buah mangga dari taman raja. Tentu saja, Si Miskin akhirnya luluh dan menuruti permintaan sang istri. Koda Setelah tiba di istana, Si Miskin bergegas untuk menghadap sang raja. Beruntungnya, ia tidak menemukan kesulitan dalam melakukan niatnya tersebut. Si Miskin menyampaikan salam dan menghaturkan sembah. Dengan penuh hati-hati, Si Miskin menyampaikan maksud kedatangannya, yakni ingin meminta buah mangga yang ada di taman raja. Mendengar permintaan Si Miskin, Raja Indra Dewa merasa sangat iba. Ia pun bertanya akan digunakan apa buah mangga itu. Kemudian, akhirnya Sang Raja meminta prajuritnya untuk mengambil buah mangga yang ada di pepohonan untuk diserahkan kepada Si Miskin Para prajurit bergegas untuk melaksanakan perintah Sang Raja. Mereka memetik buah mangga setangkai, lalu memberikannya kepada Si Miskin. Ia pun pulang dengan hati suka cita karena berhasil menuruti kemauan istrinya. Tidak lupa, Si Miskin banyak mengucapkan terimakasih kepada baginda raja. Saat melihat suaminya pulang membawa buah mangga, hati sang istri sangat merasa senang. Dengan lahap, ia menyantap buah tersebut untuk dinikmati bersama buah hatinya yang ada di perut. Unsur Intrinsik Hikayat Si Miskin Contoh cerita Hikayat Si Miskin mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membangun isi cerita. Adapun unsur intrinsik dari cerita hikayat tersebut yaitu sebagai berikut Tema Tema adalah ide atau gagasan yang mendasari suatu cerita. Berangkat dari sebuah tema, maka sebuah hikayat dapat terangkai dan tersaji dengan lengkap. Tema pada contoh cerita Hikayat Si Miskin adalah sepasang suami istri yang mengalami kesulitan hidup karena hidup miskin dan serba kekurangan. Tokoh Tokoh merupakan karakter atau pemeran dalam suatu cerita. Adapun tokoh cerita dalam contoh Hikayat Si Miskin adalah suami, istrinya, dan Raja. Penokohan Penokohan merupakan gambaran watak atau sifat yang dimiliki oleh para tokoh. Adapun watak dari Si Miskin adalah baik, rela berkorban, dan sabar. Penokohan istrinya adalah baik, keras kepala, dan sedikit egois. Sedangkan baginda raja awalnya bersifat kejam, namun akhirnya dermawan. Latar Latar terdiri dari tiga jenis, yakni latar waktu, tempat, dan suasana. Latar tempat di dalam hikayat Si Miskin adalah istana, hutan, dan pasar. Latar waktunya adalah terjadi pada semua waktu, baik pagi, sore, siang, dan malam. Latar waktu ini tidak disebutkan secara jelas. Sedangkan latar suasananya adalah sedih dan haru karena menampakkan kesengsaraan dari tokoh. Sudut pandang Sudut pandang ialah teknik penceritaan yang dipilih oleh pencerita dalam mengungkapkan ide dan gagasan ceritanya. Sudut pandang hikayat Si Miskin menggunakan sudut pandang orang ketiga karena pencerita berada di luar kisah. Selain itu, ia juga menyebutkan kata ganti ia, dia, mereka, dan lainnya. Alur Alur merupakan rangkaian kejadian atau peristiwa yang terdapat di dalam cerita hikayat. Alur dibedakan menjadi tiga, yakni alur maju, alur mundur, dan alur maju-mundur. Adapun alur yang digunakan dalam cerita hikayat Si Miskin dalam Bahasa Indonesia adalah alur maju karena ceritanya berorientasi pada masa depan. Amanat Amanat merupakan pesan moral atau hikmah yang ingin disampaikan penulis di dalam sebuah cerita. Amanat yang terkandung di dalam hikayat Si Miskin adalah sebagai berikut Jangan menuduh dan menyakiti orang lain tanpa mengetahui latar belakang permasalahan yang dialaminya. Tetaplah berlaku jujur dan baik walaupun dalam kondisi miskin dan menderita. Sesama manusia harus saling tolong menolong tanpa membedakan status sosialnya. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi warganya dan membawa mereka pada jalan kebenaran. Unsur Ekstrinsik Hikayat Si Miskin Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun cerita dari luar. Walaupun ikut andil dalam membangun cerita, namun unsur ekstrinsik tidak memberikan pengaruh secara langsung terhadap karya sastra. Unsur ekstrinsik pada hikayat Si Miskin adalah berkaitan dengan nilai moral. Nilai moralnya yaitu Suami dan istri harus senantiasa bersama dalam suka dan duka. Menuduh dan menganiaya orang lain adalah perbuatan tidak manusiawi yang harus dihindari. Sesama manusia harus saling memberi dan menolong jika ada yang kesusahan. Contoh cerita Hikayat Si Miskin beserta struktur dan unsur-unsur penting lainnya bisa dijadikan bahan pembelajaran yang berharga. Jadi, bisa disimpulkan bahwa contoh cerita Hikayat Si Miskin merupakan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga penuh dengan nilai-nilai edukasi bagi pembacanya. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
HikayatPanji Semirang diceritakan kembali oleh: Abah Yoyok Alkisah pada zaman dahulu kala, di belahan bumi Jawa ada sebuah kerajaan bernama Daha. Diceritakan kalau Raja Daha mempunyai dua orang putri yang cantik jelita. Yang satu bernama Galuh Candra Kirana, anak dari permaisuri. Selain cantik, Candra Kirana banyak disenangi orang
LATIHAN BAHASA INDONESIA KELAS/SEMESTER X / GANJIL Bacalah penggalan teks hikayat berikut untuk menjawab soal nomor 1, 2, dan 3 !Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana. 1. Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah… a. Hikayat Gunung Indrakila b. Hikayat si Pendusta c. Hikayat Pelanduk Jenaka d. Hikayat Orang Dahulu Kala e. Hikayat Seekor Binatang 2. Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang… a. Orang pertama d. Orang keempat b. Orang Kedua e. Orang pertama pelaku sampingan c. Orang ketiga 3. Latar hikayat dalam penggalan teks hikayat di atas adalah… a. Padang rumput d. Kebun binatang b. Marga satwa e. Pantai c. Hutan rimba Cermatilah teks hikayat berikut !Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. 4. Amanat yang terdapat pada hikayat di atas adalah… a. Basmilah jika melihat kejahatan b. Jangan menyombongkan diri c. Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan d. Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan e. Bersyukurlah jika mendapat pertolongan 5. Bacalah penggalan hikayat berikut ! Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan hikayat di atas maka Hang Jebat berwatak… a. Pemberani d. Baik b. Sombong e. Penyayang c. Jahat Perhatikan teks hikayat di bawah ini !”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.””Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.” 6. Nilai moral yang terdapat pada teks hikayat di atas tampak pada perbuatan… a. Membantu orang yang sedang bersedih b. Menolong orang yang sedang menderita c. Mendahulukan kepentingan umum d. Menghormati orang lain e. Menegur orang dengan Bahasa yang sopan 7. Cermatilah teks berikut ! Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu. Nilai yang terdapat dalam teks hikayat tersebut adalah nilai… a. Sosial d. Budaya b. Religi e. Pendidikan c. Moral 8. Bacalah teks hikayat berikut ! Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau Abdulah Isi yang terdapat dalam teks hikayat di atas adalah… a. Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan. b. Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus. c. Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus. d. Di pulau Singapura terdapat banyak tikus. e. Di mana pun tikus selalu memangsa kucing. 9. Bacalah teks hikayat berikut ! Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Nilai yang terdapat dalam teks hikayat di atas adalah… a. Nilai sosial d. Nilai pendidikan b. Nilai agama e. Nilai budaya c. Nilai moral 10. Bacalah penggalan teks hikayat berikut ! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya arkais yang digaris bawahi pada teks di atas memiliki makna… a. Diusir d. Diizinkan b. Diminta e. Diharapkan c. Diperintah Cermatilah teks anekdot berikut dengan seksama ! Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?" 11. Konjungsi yang menyatakan urutan waktu pada teks tersebut adalah… a. kemudian d. setelah itu b. lalu e. selanjutnya c. maka 12. Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan seksama ! Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua putri-putrinya.“Aku hendak pergi jauh dan lama. Buah tangan apakah yang kalian inginkan?” tanya raja. “Aku ingin perhiasan yang mahal,” kata Putri Jambon.“Aku mau kain sutra yang berkilau-kilau,” kata Putri Jingga. Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah… a. Metafora d. Personifikasi b. Metonimia e. Alegori c. Simile 13. Bacalah teks hikayat berikut dengan cermat ! Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas. “Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah… a. Metafora d. Simile b. Personifikasi e. Metonimia c. Alegori Cermatilah teks anekdot berikut ! Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. 14. Kata-kata arkais yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah… a. upeti, hatta d. elok, nujum b. raja, elok, nujum e. upeti, putri, nujum c. upeti, hatta, nujum 15. Perhatikan teks anekdot berikut ! Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu. Nilai yang terdapat dalam penggalan hikayat di atas adalah… a. religius d. pendidikan b. moral e. budaya c. social 16. Bacalah teks berikut ! Bahasa Indonesia sebenarnya mampu menjadi bahasa kedua ASEAN setelah bahasa Inggris. Ada banyak negara ASEAN yang menggunakan bahasa Indonesia di negaranya. Sebut saja Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam yang sudah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Selain itu di Vietnam, bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sama dengan bahasa Inggris. Bahkan, di Australia, bahasa Indonesia dijadikan sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah setingkat SMP dan SMA. Jadi, sudah sewajarnya bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa internasional di kawasan ASEAN. Konjungsi yang digunakan sebagai penanda penegasan ulang tesis dalam teks eksposisi di atas adalah… a. yang d. dan b. selain itu e. jadi c. bahkan Kalimat Utama Merokok dapat Mengganggu KesehatanKalimat Penjelas 1 Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk dan merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. 2 Asap rokok dapat menjadi polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. 3 Cukai terbesar untuk pendapatan negara adalah dari produksi rokok. 4 Kebiasaan merokok bukan saja merugikan perokok, melainkan juga bagi orang di sekitarnya. 5 Para pengusaha rokok terus bersaing untuk dapat memproduksi rokok yang bebas dari polutan. Kalimat penjelas yang tidak sesuai dengan kalimat utama teks eksposisi adalah... a. 1 dan 3 d. 3 dan 5 b. 2 dan 4 e. 4 dan 5 c. 3 dan 4 18. Cermatilah paragraph berikut ! 1Banyak alasan orang tidak hobi atau tidak suka membaca. 2 Mereka mengganggap kegiatan membaca itu merupakan kegiatan yang menyita waktu sehingga membosankan. 3 Yang paling parah lagi, ada yang mengatakan membaca kurang bermanfaat bagi dirinya. 4 Selain membaca, kegiatan menulis juga jarang dilakukan oleh para pelajar. 5 Banyak juga yang berpendapat membaca juga menimbulkan kejenuhan. Kalimat yang tidak mendukung ide pokok paragraf eksposisi di atas adalah… a. Kalimat ke-1 d. kalimat ke-4 b. Kalimat ke-2 e. kalimat ke-5 c. Kalimat ke-3 19. Cermatilah kalimat-kalimat berikut ! 1 Dapat pula dikemukakan bahwa dalam paragraf yang kohesif tidak terdapat kalimat yang saling bertentangan. 2 Kohesif bermakna kepaduan. 3 Paragraf yang kohesif adalah paragraf yang hubungan antarkalimatnya padu atau berjalinan erat. 4 Kepaduan itu ditandai dengan terciptanya saling mendukung antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. 5 Lebih jelas lagi dapat dikatakan bahwa paragaraf yang kohesif ditandai dengan tidak terjadinya saling mengingkari antara kalimat satu dengan kalimat lainnya. Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi paragraf yang padu apabila disusun dengan urutan… a. 1, 3, 5, 4, 2 d. 2, 4, 5, 3, 1 b. 5, 3, 2, 4, 1 e. 2, 3, 5, 4, 1 c. 2, 3, 4, 5, 1 20. Cermatilah teks berikut ! Tenaga kerja yang menjadi andalan pada masa pembangunan ini adalah tenaga kerja yang memiliki profesionalisme, mandiri, dan kreatif. Namun, kenyataannya perbandingan penawaran tenaga kerja lebih besar daripada lapangan kerja yang tersedia. Seharusnya sejak pendidikan formal di SD, anak didik sudah diarahkan… Kalimat yang tepat untuk melanjutkan paragraf di atas adalah… a. Ke arah yang lebih baik lagi. b. Untuk menjadi manusia terampil, ahli di bidangnya, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru, sehingga mereka menjadi manusia mandiri. c. Untuk masuk ke sekolah yang jenjang pendidikannnya lebih terarah. d. Untuk menjadi calon tenaga kerja yang bersedia ditempatkan di dalam dan luar negeri. e. Untuk menjadi pekerja yang tidak materialistis.
1 Sastra Lama. Sastra lama menurut para ahli meliputi kesusastraan zaman purba, kesusastraan zaman Hindu, dan kesusastraan zaman Islam. Meskipun periodisasi ini diakui oleh hampir semua penulis sejarah sastra Indonesia, namun
Contoh tanya hikayat pilihan ganda dan jawabannya – Hallo adik-adik semua, bagaimana kabarnya? Kakak mohon kalian semua cegak-sehat bosor makan ya. Pada kesempatan kali ini ning ingin membagikan antologi pertanyaan pilihan ganda tentang cerita rakyat. Maka dengan itu, kakak memberi kepala karangan artikel ini dengan nama acuan pertanyaan b Indonesia adapun hikayat. Baca pula materi lengkap teks hikayat yang meliputi signifikasi, jenis, ciri-ciri, dan struktur. Teladan Soal Wacana Hikayat dan Ki akal Jawabannya Cak semau sekitar 40 butir pertanyaan PG/Sortiran Ganda/Pilgan bahasa Indonesia tentang teks hikayat dan jawabannya yang dapat adik-adik jadikan referensi dalam menghadapi ujian dari guru. Berikut ini adalah 40 eksemplar tanya pilgan teks hikayat. PETUNJUK UMUM Tulis namamu di sudut kanan atas. Bacalah setiap cak bertanya dengan teliti. Kerjakan dulu soal nan dia anggap mudah. Periksa kembali pekerjaanmu sebelum diserahkan pada pengawas. Pilihlah salah suatu jawaban yang ter-hormat dengan memberi tanda silang X pada leter A, B, C, dan D! Bacalah adegan hikayat “Indera Bangsawan” berikut bagi mengerjakan soal nomor 1, 2 dan 3! Maka anakanda yang sani aji yang dua insan itu pun sampailah semangat tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Setelah senggang membaca, mereka dititah pula mendaras kitab usul, fikih, sampai saraf, kata keterangan sekaliannya diketahuinya. 1. Alas kata “yang luhur paduka” privat penggalan hikayat di atas menggunakan majas… a. antonomasi b. metafora c. hiiperbola d. simile e. personifikasi 2. Kata arkais yang bercetak tebal pada penggalan hikayat di atas memiliki makna… a. diusir b. diperintah c. diminta d. diizinkan e. dipanggil 3. Nilai yang terkandung dalam penggalan hikayat di atas adalah… a. poin agama b. biji sosial c. nilai estetika keindahan d. nilai edukasi pendidikan e. nilai budaya 4. Hikayat adalah riuk satu keberagaman narasi rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri…. a. cerita yang dibuat-buat makanya pengarangnya b. kepandaian dan kecendekiaan tokoh-tokohnya c. kesaktian dan keunggulan ceritanya d. kemustahilan dan kesaktian biang kerok-tokohnya e. kemustahilan dan kepandaian pemrakarsa-tokohnya 5. Berikut ini merupakan ciri-ciri hikayat, kecuali …. a. Anonim d. Lisan b. Khayal e. Istana sentries c. Makul 6. Hikayat Amir Hamzah mendapat pengaruh berbunga …. a. Melayu asli d. Sumatera b. Jawa e. Arab c. India Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab pertanyaan nomor 7 – 9 Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini cerita pelanduk komikal pri bijaksana pandai ia melakukan kebohongan segala hewan di dalam jenggala rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa terserah seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Argo Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala fauna marga satwa sekaliannya berhimpun di sana. 7. Judul yang sesuai bakal penggalan hikayat di atas yakni …. a. Hikayat Pelanduk Menggelikan d. Hikayat Khalayak Habis Introduksi b. Hikayat Gunung Indrakila e. Hikayat Seekor Binatang c. Hikayat Sang Pendusta 8. Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang…. a. Orang pertama d. Bani adam kedua b. Sosok pertama pegiat terdahulue. Sosok ketiga c. Turunan pertama pelaku sambilan 9. Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah…. a. Argo Indrakilad. Alas rimba b. Sabana e. Huma Binatang c. Marga Satwa 10. Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan hayat seputar kerajaan disebut…… A. Khayalan B. Hikayat C. Fabel D. Fiksi 11. Anasir instristik dalam hikayat antara lain yakni….. A. Orientasi,pelampiasan B. Tema,alur C. Event, krisis D. Latar, reaksi 12. Bahasa yang digunakan hikayat adalah…. A. Bahasa Melayu B. Bahasa Jawa C. Bahasa Sulawesi D. Bahasa Banjarmasin 13. 1 bersifat imajinasi 2 mengisahkan tentang kerajaan 3 merek penciptanya lain diketahui 4 bersifat menyindir 5 bersifat mengademkan Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat? A. 1, 3, 5 B. 2, 4, 5 C. 1, 2, 3 D. 1, 4, 5 14. Unsur ekstrinsik di hikayat adalah….. A. Berhubungan dengan norma B. Berhubungan dengan induk bala C. Gandeng dengan amanat D. Berhubungan dengan bodi 15. Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama! Sebermula ada pun yang melanglang itu permulaan Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala perkembangan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula sultan-raja sekalian isi hutan itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Imani di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya sama dengan halilintar membelah manjapada dari sebab segala raja-paduka yang tiada terselami-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi mengangkut dirinya, terserah nan ke dalam lubang kapling cak semau yang di jari-jari-jari-jari batu adanya. Menilik isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan silsilah cerita. a. eksposisi pengenalan b. komplikasi friksi awal c. konflik pertarungan d. puncak konflik klimaks e. penyelesaian falling action 16. Bacalah hikayat berikut! Maka pembukaan Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam kerumahtanggaan wana rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak yang dipertuan sembilan turunan hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak mengintai tamasya anak kaisar itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-sunan yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jikalau lain daripada Indera Bangsawan tiada bisa membunuh akan buraksa itu. Amanat yang tersirat n domestik kutipan sastra klasik tersebut yakni … A. Basmilah jikalau mengintai kejahatan B. Jangan mengagulkan diri C. Tunjukkanlah sekiranya mempunyai suatu kemampuan D. Hendaklah menolong basyar yang dalam kesulitan E. Bersyukurlah jikalau mendapat pertolongan 17. Angka tata krama nan terletak dalam kutipan sastra Jawi klasik tersebut ialah …. A. kekeruhan penduduk akibat hasutan B. ketidakpedulian raja kepada rakyatnya C. kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya D. durjana raja terhadap rakyatnya E. keadilan seorang raja kepada rakyatnya 18. Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, memperalat kata…. A. diam, dan pemilik B. daripadanya dan merebut C. raja dan tamasya D. rimba dan akal E. hamba dan buraksa 19. Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama! Pengubah Hang Tuah di puri adalah Hang Jebat. Senyatanya, ia menaruh kesirikan atas keputusan aji yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena taat kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dara-upik diperlakukan abnormal bersusila sehingga banyak jugalah orang nan mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani menyenangkan sehingga sunan sendiri pun terlibat pula n domestik kesulitan dan kegentaran. Dari kutipan kisahan di atas kita dapat mencerna bahwa Hang Jebat berkarakter …. A. pemberani B. baik fiil C. sombong D. setia E. kasar 20. Berikut ciri-ciri hikayat kecuali…. A. narasi bersifat istanasentris B. disebarkan secara teragendakan C. narasi bersifat simbolis D. berperangai magis E. Bersifat anonim 21. Bacalah bagian hikayat berikut! ”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Soal itu doang menambah luka Tuanku jua semata.” ”Ampun, Baginda, individu yang arif tiada pernah terpenggal tebak sekali lagi bagaimana juga cobaan nan datang ke atas dirinya. Tiada sekali lagi ia bersedih lever karena kegundahan tiada buahnya selain daripada merampingkan raga saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.” Hikayat Kalilah dan Dimnah Nilai moral yang tertuang kerumahtanggaan babak kisah di atas tertumbuk pandangan sreg perbuatan …. A. menghormati sosok lain B. memacu kepentingan umum C. menjuluki orang dengan bahasa yang sopan D. menolong orang yang medium menderita E. mendukung anak adam yang sedang bersedih hati 22. Bacalah putaran hikayat berikut! Pemilik puteri memandang ke putri kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke pantat perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, adv amat duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang tersisip-selit di suara empunya puteri itu. Nilai yang terletak lega penggalan tersebut yaitu …. A. sosial B. moral C. budaya D. agama E. pendidikan 23. Berikut ini merupakan prolog-alas kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Jawi Klasik …. A. maka inilah suatu sarung jari Melayu B. patik, tuan, hamba C. kata siempunya cerita D. pertama-tama E. hatta tatkala Sebermula, maka ialah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah terserah binatang buas atau jinak nan kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus persil itu sepanjang perkembangan serta dengan osean-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita melanglang pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak basyar merosot, demikianlah besarnya. Maka pada satu malam di rumah tempat kutinggal itu cak semau dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah lilin batik kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa pakal, hendak menjauhi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada heksa- tujuh ekor tikus berkerumun mengerkah kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah dapat bergerak pula kucing itu melainkan mengiau-ngiau tetapi. Hikayat Abdulah 24. Isi yang diungkapkan dalam babak hikayat tersebut ialah … A. Di pulau Singapura meong dan tikus ubah bermusuhan. B. Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus. C. Meong selalu dipermainkan tikus-tikus. D. Di pulau Singapura terdapat banyak tikus. E. Di mana pun tikus gelojoh memangsa meong. 25. Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka paduka tuan pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan internal negeri karena anaknya kedua orang itu sebabat-sama gagah. Jikalau pangeran pun mencari rahasia, iya mengobrolkan kepada kedua anaknya bahwa ia berangan-angan bertemu dengan seorang pemuda dan mengomong kepadanya barang siapa yang dapat berburu buluh perindu yang dipegangnya, ialah nan patut menjadi raja di dalam negeri. Poin yang terkandung lega penggalan hikayat di atas yaitu… A. ponten kepatutan B. nilai agama C. nilai budaya D. nilai pendidikan E. nilai sosial 26. Bacalah bagian hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda aji yang dua manusia itu kembali sampailah vitalitas tujuh masa dan dititahkan pergi membaca kepada Nakhoda Sufian. Sesudah luang mengaji, mereka dititah pula mendaras kitab usul, fikih, setakat saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Nilai yang terkandung sreg penggalan hikayat di atas ialah… A. poin moral B. biji agama C. biji budaya D. angka pendidikan E. nilai sosial 27. Bacalah bagian hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda pangeran yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh waktu dan dititahkan pergi membaca kepada Mualim Sufian. Sehabis tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, sebatas saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Introduksi arkais yang digarisbawahi plong penggalan hikayat di atas punya makna… A. diusir B. diminta C. diperintah D. diizinkan E. diharapkan 28. Bacalah episode hikayat “Anakan Kemuning” berikut! Gula-gula sang raja telah meninggal ketika babaran anaknya nan bungsu, sehingga anak si paduka tuan diasuh makanya inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi kolokan dan nakal. Mereka hanya suka bermain di tasik. Mereka tak kepingin sparing dan pun tak kepingin mendukung ayah mereka. Sumber bacaan Kesusastraan Melayu Klasik dengan adaptasi Skor yang terkandung lega babak hikayat di atas yaitu… A. angka tata krama B. nilai agama C. nilai budaya D. poin pendidikan E. nilai sosial 29. Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Akan halnya Tuanku Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menerimakan putrinya, Puteri Kemala Sari laksana upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan maka itu Buraksa. Ditambahkannya bahwa Sunan Kabir mutakadim mencanangkan bahwa barang kelihatannya yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang sesak elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Bibit pun sakit netra, terlalu sangat. Para ahli tilikan mengatakan hanya air susu macan nan beranak mudalah yang dapat menyembuhkan komplikasi itu. Alas kata-alas kata arkais yang ditemukan puas pustaka diatas adalah… A. upeti dan hatta B. upeti, hatta, dan ramalan bintang C. paduka tuan, elok, dan nujum D. elok dan nujum E. persembahan, kuntum, dan ramalan bintang 30. Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu. Karakteristik hikayat pada penggalan bacaan di atas merupakan… A. kemustahilan B. kesaktian C. anonim D. istana sentris E. bahasa 31. Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung lebah ratulebah, dahulu dibawanya ke kondominium dan ditaruhnya akrab sangkaran bayan juga. Kata arkais yang digarisbawahi pada kalimat di atas memiliki makna… A. burung B. ayam C. dendang laut D. papan E. emas 32. Bacalah putaran hikayat tersebut! Maka diberi makanya perempuan itu segala bekal-pelepas itu. Setelah sudah maka dibawanyalah gadis itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka cak asal-asalan diperdalamnya air itu, kendati dikata oleh si bungkuk air itu dalam. Kata nan digarisbawahi pada putaran hikayat di atas menunggangi majas… A. antonomasia B. alegori C. perumpamaan D. simile E. metafora 33. Bacalah penggalan hikayat tersebut! Maka tiadalah terjawab oleh pria itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan lanang Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya kembali orang tua lontok itu. Maka kata Masyhudulhakk, “Hai ayah bunda, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?” Konjungsi yang menyatakan urutan perian atau peristiwa pada adegan hikayat di atas ialah… A. kemudian B. lalu C. maka D. setelah itu E. lebih lanjut 34. Bacalah adegan hikayat tersebut! Pada satu masa, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua putri-putrinya. “Aku hendak meninggalkan jauh dan lama. Biji kemaluan tangan apakah yang kalian inginkan?” soal sinuhun. “Aku cak hendak perhiasan nan mahal,” kata Pemudi Merah jambu. “Aku mau kain sutra nan berkilau-kilau,” kata Gadis Jingga. Majas yang digunakan pada adegan referensi hikayat di atas adalah… A. alegori B. antonomasia C. personifikasi D. analogi E. metafora 35. Bacalah penggalan hikayat berikut! Setelah start di istana, Baginda Aji menjabat Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-pengunci ini aku sering mendapat gangguan perut. Prolog tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan. “Ampun Tuanku, segala yang dapat hamba lakukan sebatas hamba dipanggil.” cak bertanya Serbuk Nawas. “Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” pengenalan Baginda. Majas nan digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah… A. metafora B. alegori C. antonomasia D. insanan E. simile 36. Bacalah penggalan hikayat “Panji Semirang” berikut! Satu kekaisaran yang mana berita mengenai Fidah Cendera Nur yang mana amoi terbit Baginda Prabu Nata yang amat ta`lim dan hormat kepada orangtuanya akan tukar cincin dengan Raden Inu Kini sudah lalu terdengar beritanya oleh Galuh Ajeng. Mendengar berita ini Galuh Ajeng tinggal teriris hatinya dan menangislah anda melihat kejadian ini. Meluluk hal ini Paduka Liku yang tak enggak yaitu ayah terbit Fidah Ajeng sangat menyesalkan hal tersebut. Sangat sedih ia mengawasi tingkah laku putrinya tersebut. Majas yang digunakan puas bagian hikayat di atas adalah… A. metafora B. alegori C. antonomasia D. personifikasi E. simile 37. Bacalah bagian hikayat “Amir” berikut! Suntuk kala di Sumatra, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Syah Alam mempunyai seorang momongan bernama Amir. Amir bukan menjaga uangnya dengan baik. Setiap tahun dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya. Karena sayangnya pada Amir, Syah Kalimantang tidak pernah memarahinya. Syah Alam hanya dapat menahan perasaan. Majas nan digunakan pada putaran hikayat di atas adalah… A. metafora B. simbolisme C. antonomasia D. insanan E. analogi 38. Bacalah putaran hikayat “Pengembara yang Lapar” berikut! 1 “Janganlah kamu berdua tamak sangat dan bersabda besar sekali lagi. 2 Aku sekali lagi lapar sekali lagi. 3 Bakal aku, kalau cak semau nasi sepinggan telah cukup,” Awang bersuara. 4 Kendi dan Guci tertawa mendengar introduksi-introduksi Awang. 5 “Dengan nasi sepinggan, mana boleh kenyang? Majas metafora pada kalimat di atas ditandai dengan nomor… A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 39. Hikayat termasuk ke dalam jenis pustaka …. a. kisahan b. prosedur c. laporan d. eksposisi e. deskripsi 40. Manakah yang bukan termaktub karakteristik hikayat? a. kemustahilan b. kesaktian penggagas-tokohnya c. anonim d. keunikan e. menggunakan galur berbingkai/ cerita berbingkai. 41. Ciri bahasa yang dominan pada hikayat adalah … a. memperalat bahasa Jawi b. banyak menggunakan kata penghubung plong awal kalimat c. mengandung ponten-nilai atma d. menggunakan bahasa yang susah dipahami e. diceritakan secara lisan sehingga tidak diketahui penulisnya 42. Hikayat banyak menunggangi kata arkais. Nan dimaksud introduksi arkais adalah …. a. pengenalan-prolog formal b. perkenalan awal-introduksi Jawi nan sudah jarang digunakan c. introduksi-introduksi nan sudah jarang digunakan d. kata-kata resapan dari bahasa asing e. kata-pengenalan yang tidak terletak di kamus 43. Salah satu karakteristik hikayat merupakan menggunakan silsilah berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah … a. silsilah beradab b. alur mundur c. silsilah nan di dalamnya terdapat cerita yang lain d. silsilah sintesis e. alur yang ceratai tokoh lain Itulah tadihimpunan contoh soal hikayat pilihan ganda beserta jawabannya. Bikin Engkau yang kepingin mengerti contoh soal saringan ganda teks debat dan jawabannya, silahkan lihat link di bawah ini. Baca pula 50 Contoh Soal Debat Pilihan Ganda dan Jawabannya Demikianlah cak bertanya dan jawaban pilihan ganda kisahan rakyat. Semoga berfaedah bagi Kamu. Apabila terserah jawaban kami nan salah, silahkan beritahukan dengan berkomentar di bawah ini. Sekian dan songsong kasih.
.